You are here: Home > Otomotif > Rider BMX Taufan Munggaran Meninggal Usai Jatuh di Ajang IOXC ke-7

Rider BMX Taufan Munggaran Meninggal Usai Jatuh di Ajang IOXC ke-7

Written by on |
Kecelakaan BMX Taufan Munggaran

Kecelakaan BMX Taufan Munggaran / Kabarkampus.com

Kompetisi Indonesia Open X Sports Champhions (IOXC) ke-7 yang digelar di Convention Hall Telkom University, Bojongsoang Bandung, baru-baru ini memakan korban. Salah satu peserta rider BMX asal Bandung, Muhammad Taufan Munggaran, tewas saat melakukan aksinya pada Sabtu, 3 Oktober 2015, sekira pukul 16.30 WIB.

Asep Tubagus Tresnadi, Pembina Bandung BMX, mengungkapkan bahwa peristiwa tragis itu terjadi sebelum pembukaan secara resmi ajang IOXC ke-7. “Jadi aksi Taufan itu sesaat sebelum opening. Pembukaan kemarin dilakukan pak bupati (Dadang Naser), beliau enggak tahu. Karena memang kita juga mendapat kabar saat pertengahan acara pembukaan,” ungkap Asep di Telkom University, Minggu, 4 September 2015.

Menurut Asep, saat kejadian, Taufan sedang melakukan manuver no handler, yaitu melepas kedua tangan dengan kedua stang di perut. Diduga Taufan terlambat untuk melepaskan stang dari perutnya sehingga saat mendarat dia terjatuh dengan posisi stang yang membentur bagian dadanya.

Taufan saat jatuh tidak langsung meninggal, namun dia sempat berdiri sembari memegang sepeda BMXnya. Namun saat berdiri itu terlihat Taufan menahan rasa sakit, dan benar saja, sesaat berselang Taufan ambruk dengan kondisi bola mata ke atas serta kejang.

“Dia sempat berdiri dulu sambil membawa sepeda, tapi langsung jatuh. Saat dilihat, matanya ke atas dan kejang seperti yang epilepsi. Tapi selama mengenal Taufan sejak SD, ia tak punya riwayat itu. Kemungkinan ia tengah menahan rasa sakit,” lanjut Asep, dikutip dari Detik.com, Senin, 5 Oktober 2015.

Taufan sendiri, menurut Asep, adalah tipe rider yang sangat mengutamakan keamanan. Bahkan dia tergolong rider yang selalu merasa nyaman bertanding dengan balutan helm full face, sarung tangan, serta peralatan keamanan lainnya yang biasanya diabaikan oleh kebanyakan rider.

“Kemarin itu dia pakai helm full face. Dia itu safety rider. Banyak rider yang lain habbit-nya enggak suka pakai helm atau sarung tangan. Kalaupun pakai helm, bukan full face. Tapi Taufan lain, dia nyaman dengan itu semua. Ya ini takdir, musibah,” pungkasnya.

Bagikan dan Berikan Komentar