You are here: Home > Bela Diri‎ > Amir Khan Akan Bangun Sekolah yang Dihancurkan Taliban di Pakistan

Amir Khan Akan Bangun Sekolah yang Dihancurkan Taliban di Pakistan

Written by on |
Amir Khan

Amir Khan / theguardian.com

Petinju Inggris Amir Khan turut prihatin dengan tragedi pembantaian yang dilakukan Taliban terhadap 132 anak sekolah di Peshawar, Pakistan, pada 16 Desember 2014 silam. Sebagai bentuk dari keprihatinannya, pada hari-hari menjelang pergantian tahun Amir akan berkunjung ke pakistan.

Petinju yang juga keturunan Pakistan itu datang ke pakistan untuk menyumbang langsung dana sebesar 30 ribu poundsterling (senilai Rp 588 juta) untuk biaya pembangunan ulang sekolah yang telah dihancurkan militan Taliban.

“Ini penting untuk pergi ke sana sekarang dan mengirim pernyataan ke banyak orang bahwa Amir Khan sedang pergi dan dia pergi ke sana untuk membuat perbedaan,” ujar Khan, dikutip dari Daily Mail, Rabu (24/12/2014).

Peraih medali perak Olimpiade 2004 itu menilai para pelaku pembantaian terhadap anak-anak adalah orang yang tidak punya otak, dia tak percaya ada orang seperti itu. “orang-orang ini kejam dan tidak mempunyai otak, dan saya tidak dapat percaya mereka dapat melakukan hal semacam itu,” ujarnya.

Akibat peristiwa itu, khan merasa sedih karena jadi ingat Lamsya, anak gadisnya yang masih berusia 7 tahun. “Saya memiliki gadis kecil. Membayangkan saya mengirimnya ke sekolah, dan kemudian diberi tahu dia telah dibunuh,” lanjutnya.

Petinju yang baru-baru ini mengalahkan Devon Alexander itu berharap apa yang akan dia lakukan di Pakistan bisa menginspirasi orang-orang pakistan lainnya. Khan ingin dirinya dilihat sebagai seorang petinju muslim yang baik, yang pantas dijadikan sebagai role model oleh setiap warga muslim pakistan.

“Tidak ada orang yang menjadi panutan di Pakistan, saya ingin orang-orang melihat Amir Khan sebagai orang yang baik, muslim yang baik, orang Pakistan yang baik dan bahwa mereka seharusnya seperti saya,” pungkasnya.

Bagikan dan Berikan Komentar